Ada 3 Miliar E-mail dan Password Bocor di Internet, Begini Cara Mengetahuinya

Data Elektronik Sering Mengalami Kebocoran

Di era serba Online sekarang ini, kebocoran data menjadi salah satu momok yang sering terjadi. Saat ini ada 3,27 miliar alamat e-mail beserta password yang bocor di forum peretasan populer. Kebocoran data yang dikenal sebagai Compilation of Many Breaches (COMB) mengandung kredensial dari akun berbagai platform, termasuk Netflix, LinkedIn, Exploit.in, Bitcoin, dan lainnya.

Baca Juga >>  5 Rekomendasi Smartphone Pilihan Harga 2 Jutaan Untuk Awal Tahun 2021

Sebagaimana dilaporkan Cyber News, kebocoran data ini tampaknya bukan kebocoran data baru, melainkan kompilasi terbesar dari beberapa kasus kebocoran data sebelumnya. Data COMB saat ini diarsipkan dan dimasukkan ke tempat yang terenkripsi dan dilindungi kata sandi.

Belum diketahui database punya siapa saja yag bocor dan dimasukkan ke dalam COMB ini. Dari sampel yang dilihat oleh CyberNews, tampaknya akun dan password e-mail itu berasal dari berbagai domain di seluruh dunia. Untuk diingat, pada kebocoran data COMB 2017 lalu, jumlah data yang terekspos lebih sedikit jika dibandingkan dengan kebocoran tahun 2020 ini, yakni 1,4 miliar kredensial akun saja. Ketika COMB 2017 terekspos, firma keamanan siber 4iQ menguji sebagian kecil kata sandi untuk verifikasi, ternyata sebagian besar kata sandi yang diuji masih berfungsi normal.

Baca Juga >>  Samsung Galaxy A02 Siap Hadir Minggu Ini, Harga Sejutaan

Baik kebocoran COMB pada tahun 2017 dan 2020, keduanya disusun menurut urutan abjad yang terstruktur, dan berisi skrip yang sama untuk query e-mail dan sandi. Menurut Cyber News kebocoran data seperti COMB ini dapat menimbulkan beberapa ancaman bagi pengguna yang menjadi korban. Salah satunya ialah korban menjadi target phising dan e-mail spam. Untuk itu, pengguna disarankan untuk menggunakan kata sandi unik di setiap akun. Lalu, pengguna juga disarankan untuk menambahkan otentikasi multifaktor, seperti Google Authenticator pada akun mereka. Dengan begitu, meskipun penjahat siber memiliki kredensial akun, mereka tidak akan bisa masuk ke akun tersebut.

Baca Juga >>  Kendaraan Keren dan Canggih yang bikin Baper
Apakah email anda termasuk? Begini Cara Mengetahuinya

Cyber News sendiri mengaku tengah menambahkan data yang terekspos di COMB 2020 ke database pemeriksa kecocoran data pribadi miliknya bernama Personal Data Leak Checker. Di laman tersebut, seseorang bisa mengecek apakah e-mail miliknya pernah terkespos dalam kebocoran data atau tidak.

Baca Juga >>  Kredibilitas Sony Sebagai Raja Smartphone Indonesia

Caranya cukup mudah, kunjungi laman Personal Data Leak Checker, lalu masukkan e-mail yang ingin dicek di kolom “enter your e-mail”. Setelah itu, klik kotak hijau bertuliskan “check now”. Setelah mengklik “check now”, jika akun anda aman akan muncul notifikasi berwarna hijau bertuliskan “Kami tidak menemukan e-mail Anda di antara data yang bocor”.

Baca Juga >>  Patut Dipantau, Informasi Bantuan Kuota Internet Pembelajaran Jarak Jauh 2021

Walaupun demikian, Cyber News memberi saran agar khalayak bisa mengamankan akun dengan dua langkah, yaitu menggunakan password manager dan selalu gunakan otentikasi dua faktor (2FA). Cyber News mengklaim telah menampung 15,2 miliar akun dan 2,5 miliar e-mail unik di database miliknya tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *