Cara Klaim Asuransi Mobil Banjir Yang Sesuai Aturan (Ini Rahasianya!)

Cara klaim asuransi mobil yang terkena banjir memang belum semua orang tahu atau banyak terjadi kesalahpahaman, sehingga tak jarang banyak klaimnya tak diganti asuransi.

Kondisi di beberapa wilayah di Indonesia sangat rawan diserang banjir. Alhasil bukan hanya masyarakat dan bangunan yang menjadi korban banjir, melainkan kendaraan bermotor juga tak dapat dihindari.

Bagi mereka yang tidak memiliki asuransi, hal ini menjadi musibah yang harus ditanggung sepenuhnya sendiri. Tetapi bagi mereka yang memiliki asuransi, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan.

Asuransi kendaraan membuat si pemilik tidak perlu menanggung biaya perbaikan karena nantinya pihak asuransi lah yang akan mengurus seluruh perbaikan kendaraan tersebut sampai selesai.

Bagi mereka yang tidak memiliki asuransi jelas perbaikan ini bisa sangat menguras kantong. Perbaikan mobil atau motor yang terkena banjir sangatlah mahal.

Yang menjadi pertanyaan adalah, “Bagaimana cara klaim asuransi mobil yang terkena banjir?

Ada beberapa hal yang wajib diperhatikan oleh pemilik polis asuransi karena jika tidak diindahkan, maka klaim tersebut bisa hangus dan ditolak oleh pihak asuransi.

Cara Klaim Asuransi Mobil Terkena Banjir

Pastikan Perluasan Tanggungan

Hal pertama dan yang paling wajib diperhatikan adalah perluasan. Sebelum melakukan klaim mobil yang kena banjir, pastikan dulu pemilik polis asuransi memiliki perluasan tanggungan ini.

Jika ingin membeli sebuah asuransi kendaraan, hal ini menjadi hal yang wajib diperhatikan. Jika tidak ada, maka kamu sudah bisa dipastikan tidak bisa mengklaim asuransi jika terkena banjir.

Biasanya orang hanya membeli asuransi total loss only (TLO) atau all risk, dan mereka yang mengambil belum melakukan perluasan terhadap bencana alam.

Nah, jadi penting sekali untuk memperhatikan hal ini di awal saat ingin membeli polis asuransi. Pastikan perluasan tanggungan untuk bencana alam juga tecakup disana.

Sigap dan Kooperatif

Setelah memastikan asuransi kamu sudah ada perluasan bencana alam, apa yang harus dilakukan? Yang pasti kamu harus sigap dan kooperatif.

Baca Juga >>  Kata Siapa Asuransi Mobil All Risk Menanggung Kerusakan Akibat Banjir? Cek Dulu Sebelum Membeli

Sigap dalam hal ini adalah kamu cepat untuk memberikan informasi kepada perusahaan asuransi. Pemilik polis bisa melapor melalui telepon atau aplikasi.

Selain itu bisa juga dengan mendatangi langsung gerai asuransi yang kamu miliki. Tapi ada beberapa hal yang juga wajib diketahui.

Pemilik polis asuransi paling lambat melaporkan klaim adalah maksimal lima hari setelah kejadian. Jika lewat dari batas yang ditentukan, biasanya pihak asuransi enggan menerima klaim Anda.

Biasanya perusahaan asuransi bakal meminta informasi tentang banjir yang dialami. Saat ditanyakan ini, usahakan kamu bersikap kooperatif.

Berikan informasi sejelas-jelasnya saat mengalami kejadian. Mulai dari jam kejadian, hari kejadian, kronologis, dan kondisi kendaraan.

Foto Kendaraan yang Terkena Banjir

Setelah informasi detail diberikan, jangan lupa sertakan foto. Kendaraan yang terkena banjir sebisa mungkin wajib difoto.

Foto ini merupakan bukti kalau kendaraan kamu terkena banjir. Kalau tidak ada foto saat kebanjiran, perusahaan asuransi biasanya akan menolak klaim tersebut.

Tapi, masing-masing perusahaan asuransi punya klausul klaim yang berbeda. Makanya ini harus dipahami dengan benar oleh pemilik polis supaya klaim kendaraan bisa diterima perusahaan asuransi.

Baca Juga >>  Jika Mobil Terendam Banjir, Begini Cara Klaim Asuransi Agar Lancar (Tidak Ditolak)

Usahakan ambil foto dari beberapa sudut untuk memberikan gambaran mengenai kondisi banjir yang dialami oleh pemilik kendaraan.

Bisa juga menyertakan kondisi banjir di sekitar kendaraan sebagai penguat. Usahakan simpan beberapa foto dari kendaraan tersebut.

Putuskan Aliran Listrik Kendaraan

Pada saat kebanjiran, ada baiknya memutus aliran listrik. Misalnya melepas aki mobil. Jangan pernah untuk mencoba menyalakan mobil setelah kebanjiran! Karena hal tersebut langsung menggugurkan asuransi walaupun terdapat perluasan tanggungan.

Jika tetap dipaksakan dan pemilik polis berbohong, biasanya akan ada bekas korsleting yang disebabkan oleh starter.

Sebisa mungkin jangan diapa-apakan mobil yang sudah terendam banjir. Akan lebih baik lagi meminta bantuan untuk dilakukan evakuasi dari lokasi banjir.

Siapkan Kendaraan Evakuasi

Untuk mengevakuasi bisa memanfaatkan jasa towing atau menunggu pihak asuransi. Jika ingin memindahkan sendiri, biasanya pemilik mobil akan mengeluarkan uang untuk menyewa truk towing.

Besaran biayanya berbeda-beda, mulai dari Rp350 ribu sampai Rp1,5 juta tergantung kesulitan daerah banjir tersebut. Umumnya truk towing masih bisa ditawar biar lebih murah harga sewanya.

Baca Juga >>  Asuransikan Mobil Di Tengah Pandemi Corona, Masih Perlu?

Siapkan Dokumen

Langkah selanjutnya dalam cara klaim mobil banjir adalah menyiapkan dokumen seperti dokumen kendaraan, dokumen asuransi, dan fotokopi dari dokumen tersebut.

Tujuannya untuk mempermudah proses klaim. Sebab saat klaim dibutuhkan dokumen-dokumen seperti surat kendaraan, surat polis, dan salinannya.

Hal yang Tidak Boleh Dilakukan

Ada beberapa hal yang sangat terlarang dilakukan. Sayangnya hal ini sangat jarang diketahui oleh mayoritas pemilik polis asuransi.

Kira-kira hal apa saja yang sangat dilarang?

  • Jangan memaksa berkendara menerobos banjir
  • Menghindari jalanan banjir saat sedang berkendara
  • Jangan menyalakan mobil yang terkena banjir
  • Insiden yang disengaja
  • Tidak memiliki perluasan tanggungan bencana alam

Tips Mempersiapkan Diri

Salah satu persiapan yang bisa dilakukan oleh pemilik kendaraan adalah dengan melakukan penambahan tanggungan banjir. Cara ini menjadi persiapan pertama yang bisa dilakukan.

Sebelum membeli, ketahui dulu kondisi geografis domisili kamu. Apakah wilayah tempat tinggalmu merupakan daerah yang langganan banjir atau yang lainnya.

Jika memang daerah tersebut menjadi langganan banjir, ada baiknya memindahkan mobil ke dataran tinggi saat terjadi hujan lebat.

Baca Juga >>  BMW Luncurkan 840i Heritage Edition Eksotis plus Eksklusif

Loh, kan, ada asuransi?

Betul, tetapi mobil yang sudah pernah terkena banjir tetap saja tidak akan sempurna walaupun sudah sepenuhnya diperbaiki.

Akan ada saja kekurangan pada kendaraan tersebut. Misalnya bau apek efek terendam, elektrikal yang bermasalah di kemudian hari, mesin yang performanya berkurang, dan lainnya.

Hal seperti ini harus menjadi pikiran yang sangat wajib dipahami. Jangan mentang-mentang ada asuransi lalu kita bersantai-santai.

Sebab, tahu sendiri bengkel rekanan asuransi terkadang mengerjakan mobil dengan asal-asalan. Hal ini sudah menjadi rahasia umum bagi mereka yang sudah pernah melakukan klaim.

Makanya, akan lebih baik kalau pemilik mobil juga melakukan antisipasi. Jangan sampai mobil terkena banjir walaupun sudah memiliki asuransi kendaraan tentang banjir.

Mindset atau cara berpikir inilah yang wajib diubah. Asuransi hanyalah jembatan yang bisa mengurangi kerugian dari bencana alam.

Sebab pemilik polis asuransi tidak perlu memikirkan biaya yang sangat besar untuk perbaikan. Karena hal tersebut sudah menjadi tanggungan asuransi.

 

sumber:carmudi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *